Allah dekat dan sedang bekerja

New Picture

Halo semuanya🙂

Rasanya seperti sudah lama sekali tidak posting artikel disini. Ehm, lebih tepatnya sih curhatan. Baru masuk login pun sudah disambut dengan sarang laba-laba dan butiran debu, hahaha lebay.

Oke well. Saya ingin bercerita, sebenarnya banyak cerita selama saya vakum karena sibuk dengan kegiatan syuting. “Eh, helllooww belagu banget lo?!” *ditimpukin orang satu kampung*

Jadi begini, sesuai judul “Allah dekat dan sedang bekerja”. Saya bukan sedang religius atau merasa religius dan kemudian mendapat pengakuan bahwa saya seorang yang religius. Tidak, bukan itu. Cerita ini baru saja saya alami 2 mingguan yang lalu. Saat itu saya mengalami sesuatu yang cukup menarik, menarik diingat, menarik untuk dikenang dan pastinya ada pelajaran di dalamnya.

Peristiwa maling yang mengambil HP saya di Musholla kampus. Tepatnya kejadian itu per tanggal 24 februari 2013. Tanggal 24 februari itu masanya mahasiswa UTS. Biasa, seperti anak-anak yang lain, waktu jam istirahat siang dipergunakan untuk belajar, jajan ataupun hanya sekedar mengobrol. Kalau saya lebih pilih belajar di Musholla sambil menunggu waktu sholat dzuhur.

Keadaan di Musholla waktu itu, lebih tepatnya di tempat akhwat, kami belajar. Ya, semuanya belajar. Sesekali diantara mereka mengobrol, bergosip ataupun mengecek handphone-nya masing-masing. Saya melihat ada stop kontak. Wah, girangnya bukan main karena HP benar-benar lowbat. Langsung tanpa pikir panjang tanpa menghiraukan orang-orang sekitar, saya langsung charge HP saya. Kemudian mencari tempat yang paling OK. Yak, tempatnya dipojokan. Paling enak buat bersender, buat baca ataupun tidur, hehehe.

Saya yang saat itu sambil belajar, fokus membaca sambil men-stabilo modul, samar-samar mendengar handphone saya yang notifikasinya berbunyi  agak lumayan kencang. Saya abaikan. Benaran saya abaikan karena saya pikir, nanti saja lah bukanya karena paling itu WhatsApp dari anak-anak di group. Kemudian fokus belajar lagi sampai waktu dzuhur tiba, saya begegas ingin mengambil air wudhu. Dengan cepat, saya merapihkan buku modul dan menitipkan tas kepada teman saya sambil saya berjalan ke arah meja, tempat dimana HP saya di charge.

Taaarrraaaaaaaa….. Tragedi dimulai…..

Saya melihat meja itu tanpa ada jejak sama sekali dari HP saya, langsung shock dan bingung. Saya tengok, stop kontak, chargernya pun tidak ada mungkin jatuh dibawah meja atau nyelip. Tapi memang faktanya tidak ada. Saat itu saya cuma bisa bilang “HP saya hilang. Aduh mbak, ada yang liat HP saya gak? HP warna item smartfren andromaxi. Aduuuhhh dimana HP sayaaaaaa… Aaaaaarrrgggghhh!” Kalo bisa teriak saya teriak deh, sayang itu di Musholla, kalau di hutan enggak apa-apa deh.

Sampai akhirnya semua orang yang ada di Mushollah pun ikut kebingungan juga saat tahu HP saya hilang. Saya bolak balik mirip seperti seorang suami yang panik ketika istrinya lahiran, hahaha. Sambil panik dan entah ada ilham apa tapi saya yakin ini pertolongan dari Allah. Saat itu juga saya beraniin untuk ngomong “Mbak-mbak, boleh saya geledah ya tas nya satu-satu.” Sumpah, demi apa pun itu, saya gemetaran. Iya, tangan saya gemetaran enggak karuan loh.

Mbak-mbak pun yang merasa tidak bersalah, langsung membuka tas nya masing-masing dan menyodorkannya kepada saya. Ada satu orang, mbak-mbak berkerudung coklat, bertubuh kecil agak kurus dan berkulit coklat pekat. Iya, dia. Feeling saya, yang mengambil HP saya adalah dia. Dia orang yang ada dihadapan saya, orang yang duduk dan saya berdiri didepannya. Dia yang sedang menggulung chargernya, setelah menge-charge BB nya tepat dimana HP saya dicharge. Dia yang seperti orang takut dan saya kemudian jongkok. Saya memaksa, untuk melihat tas nya. Dia sempat tidak mau untuk memberikan tasnya kepada saya. Saat itu dia bilang, “Jangan tas saya duluan, sebentar mbak. Tas ibu itu duluan aja.” Nah, dari situ feeling saya semakin kuat. Dari raut mukanya yang takut, dari saya ganjil ketika dia charge BB nya tepat diatas charger saya. Saya enggak bego. Jangan kadalin saya ya mbak, sambil berbicara di dalam hati. Tanpa pikir panjang dan tiba-tiba saya marah sama dia, saya bilang “kagak, gw enggak mau tau. Gw mau tas lu. Sini kasih tas lu sama gw. Sini gak!” Saya tarik-tarikan akhirnya. Dia kalah karena beda tenaga, hahaha memang saya lebih besar dari dia. Oke, saya seperti orang kerasukan saat itu. Emosi saya meledak campur aduk dengan panik dan lainnya.

Resleting tas nya saya buka dan saya temukan si Maxi dalam keadaan baterainya sudah terpisah, casing belakangnya (tutup baterai) nya pun juga terpisah, yang masih tersambung hanya kabel charger. Miris. Kondisinya seperti diperkosa dan dimutilasi. Kasihan Maxi saat itu.

Tanpa pikir panjang, langsung saya ambil dan menyalakan HP saya. Saat saya geledah, tas nya itu hanya berisi HP saya, dompet dan entah apa, tidak ada buku ataupun alat tulis. Saya baru sadar, dia bukan mahasiswa tapi dari orang umum yang menyamar jadi mahasiswa. Ah, jiwa detektif sekali saya ini, hahahahaha.

Saya tertawa puas saat HP saya sudah ditangan, saat saya ingin melapor ternyata dia sudah kabur. Tidak ada yang menahan. Yasudah lah, sampai sekarang saya pantau, tetapi dia tidak terlihat lagi. Saya ingat betul mukanya. Ingat sekali. Kurang puas rasanya waktu itu hanya sekedar marah-marah, membentak dan ‘mengata-ngatai’.

Tapi saat itu juga saya tahu, Allah selalu berada dekat dengan kita, hubungan kita dengan Allah itu lebih dari hubungan relationship, kita harus komunikasi setiap saat, setiap detik seperti di nadi dan nafas kita, maka itu saya sebut feeling. Allah sedang bekerja. Iya, Allah sedang bekerja, memberikan saya kesempatan menggerakkan organ tubuh saya untuk bergerak menemukan HP itu, menggunakan otak dan pikiran saya untuk berpikir. Allah sedang menolong saya. Alhamdulillah, HP itu ketemu, masih rejeki saya, masih milik saya. Pelajaran yang didapat yaitu jangan sembarangan menaruh barang milik pribadi, jangan membiarkannya dan jangan percaya kepada orang lain yang belum dikenal ya teman-teman🙂

Just sharing🙂

Oke, segitu dulu aja. Nanti saya update lagi sharing yang lainnya. Ada tugas dari Ibu Negara untuk menyapu, mengepel dan mengasuh ponakan.

Selamat sore, Assalamualaikum🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s