Car Free Night in Jakarta – Happy New Year’s Eve

SELAMAT TAHUN BARU 2013

Happy New Year

Tanggal 31 Desember 2012 kemarin itu adalah malam tahun baru . Sebenarnya malam tahun baru bukan ajang untuk senang-senang sih, harusnya. Harusnya sih begitu. Malam tahun baru itu padahal hari yang seperti biasanya saja, hanya special karena besoknya itu tanggal 1 di bulan dan tahun yang baru. Tahun 2013.

Untuk 2 tahun yang lalu saya pun tidak kemana-mana ketika malam tahun baru, lebih sering di rumah. Tidur. Bangun jam 12 malam melihat kembang api di depan rumah bersama bapak, ibu, arum dan tetangga-tetangga. Ramai. Memang. Tidak kalah dengan yang di HI atau Ancol deh, ekekekekek *maksa.

Nah, tahun baru ini saya menyempatkan diri melepas kebosanan ikut nimbrung dengan warga Jakarta atau warga dari daerah lainnya  untuk merayakan ramainya pergantian tahun, Tahun Baru-an di Car Free Night Jakarta (Monas – Sudirman)

Saya berangkat dari rumah jam setengah 7 malam. Bayangkan! Padahal jalanan sudah ditutup oleh Polantas loh.

Mau berangkat, izin dulu.

Izin Ibu, sudah dikasih. Disuruh bawa bekel pula. Hehehe… Ibu memang seperti itu. Baik sekali.

Kata-katanya selalu lembut, seperti : “Bawa bekel, ndok.” , “Kamu makan dulu, biar enggak jajan, enggak masuk angin.”, “Bawa buah nih, ada jeruk, apel, salak.” , “Hati-hati di jalan ya ndok, jangan ngebut, kabar-kabarin orang rumah jangan lupa.”

Yaaa… Ibu. Ibu memang baik dan sabar.

Izin bapak ini yang lumayan agak ribet menghadapinya penuh dengan kesabaran. Bapak sangat protective, tapi saya tahu  karena beliau sangat khawatir dengan saya. Saya tahu itu. Tahu sekali.

Bapak sempat marah waktu saya minta izin. Sampai bapak bilang gini, “kamu enggak bakal dapet parkir. Nanti kalau enggak dapet parkir, langsung pulang aja.”

Dengar kalimat dari Bapak bikin saya jadi enggak mood. Terkadang saya butuh banget loh dipercaya.

Oke, balik ke Tahun Baru CFN. Saya bergegas berangkat dengan rasa kurang mood. Menjemput Mbak Anggi, teman duduk samping saya di kantor. Dia anak kost-an. Saya menjemput ke UNJ dan dari UNJ sampai Thamrin dia yang membawa motor, karena saya tidak bisa membonceng, ahahaha payah yah saya ini.

Setiba di Sabang – Jalan Agus Salim, saya dengan polosnya bilang ke mbak anggi seperti ini, “mbak, ini kita dimana sih, lurus ke senen, monas, belok ke kanan bla bla bla (sambil melihat petunjuk arah).” Dikira mbak anggi, saya ini bercanda. Dia bilang “Mbak, gw kira lu tuh bercanda, elu emang gak tau daerah sini yak. Ini kita udah di depan kantor, ini sarinah. Parkiran belakang. Gilak, lu mbak. Polos banget jadi orang!”. Ya, Tuhan saya kenapa polos begini.

~ Duh, Lan! Malu udah gede tapi begonya kebangetan, berubah kali! Pantes, lu dari dulu gampang diboongin, kepolosan lu itu jadi suka digunain sama orang, hasilnya lu sering dibohongin, lu sering sakit hati. | Lu terlalu baek, lu terlalu memaksakan diri lu buat berfikir positif thinking saking sayangnya, dibalik itu semua lu lagi diboongin | Tapi itu gw ikhlas sama semuanya, demi diri gw, itu semua yang ngajarin gw supaya gw tau rasanya sakit hati, bagaimana gw sabar, dewasa dan mengolah emosi gw | Oke, terserah | Tenang aja, Tuhan tau semuanya. Gw gak pernah minta yang nyakitin gw bakal ngerasain sakit kayak gw, tapi karma itu ada, dia dekat dengan kita kok. Gw udah pernah liat karma. ~

Selintas, percakapan tersebut melintas begitu saja di dalam diri saya itu.

Dia lewat di otak saya, melalui saraf, lewat mata dan pikiran saya.

Saya tidak mau terhanyut dalam ketidak-mood-an saya saat itu – yang saya sambil melipat jaket, merapikan sarung tangan, melepas masker dan merapikan helm.

*Tring* tiba-tiba saya kembali ke kehidupan nyata, kami sudah memarkir motor.

Kami kemudian jalan, keluar parkiran dan melihat sudah banyak orang lalu lalang, jalanan pun sudah ditutup serta polisi pun sudah banyak yang berjaga. Akhirnya kami menyebrang ke daerah Thamrin, ada panggung khusus kebudayaan, keroncong di depan Gedung Jaya. Di di depan Bank Syariah Mandiri pun juga ada panggung, khusus kebudayaan Betawi. Kemudian kami jalan memutar kembali  ke arah HI. Tepat di depan Burger King  ada Tukang Sate Padang, Mbak Anggi ini orangnya laperan, hehehe. Dia beli sate padang, tapi dia enggak suka makan satenya. Jadi, saya yang makan satenya, dia yang makan lontongnya. Really fair😀

Kira-kira 15 menit, sate lenyap dan kami jalan lagi, tapi kali ini mbak anggi bilang, masih laper. Oke, dia mengajak ke Bakmi GM Sarinah. Dia pesan mie ayam dan saya cukup Jus Alpukat. Karena saya sudah merasa kenyang. Lambung saya kecil, kata Mbak Anggi. Makan saya sedikit.

Di bakmi GM kami hanya mengobrol, sampai menunggu jam setengah 11 malam, kemudian kami keluar dan melanjutkan perjalanan karena HI masih jauh, yaa.. perjuangan kami masih jauh, harus beriringan dengan ribuan orang dengan tujuan yang sama.

Sampai diseberang FX Plaza, kami numpang di gedung Pollman untuk buang air kecil, antriannya naudzubillah deh, saking yang buang air kecil kebanyakan cewek, toilet cowok pun dipakai. Hahaha, saya salah satu pengguna toilet cowok tersebut😀

Sehabis buang air kecil, kami duduk-duduk malas manis menunggu jam 12 kurang 15 menit. Yaa… kira-kira begitu. Membicarakan ini itu, ngobrol ini itu, curhat ini itu tidak terasa akhirnya kami bergegas menuju HI dan harus bilang WOW, banyak carnaval yang lalu lalang, carnaval nya menarik, ada yang dari sekolah-sekolah SMK Negeri, ada yang dari sanggar ataupun semacamnya, karena menampilkan kebudayaan masing-masing daerah. Kemudian kami berfoto-foto ria, sampai akhirnya kami menyaksikan pertunjukan kembang api, walaupun agak jauh dari HI, tepatnya diseberang hotel apa yak, agak lupa juga😀

Nah, setelah pertunjukan kembang api selesai dan himbauan dari pengurus acara, jam setengah 2 pagi, jalanan harus sudah kosong. Kami pun bergegas pulang, tetapi mbak anggi mengajak temannya, untuk mengawal saya. Namanya “Noe”. Entah kenapa dipanggil begitu, tapi mungkin dari lastname-nya “Nur”. Mungkin. Kami janjian bertemu di depan Sevel Taman Menteng. Macet. Macet parah untuk arah pulang. Dan akhirnya kami mampir ke MCD BKT Duren Sawit setelah berpegal-pegal ria diatas motor. Sampai pukul setengah 4 pagi. Hah, what a nice day! Baru pertama kali saya pulang sepagi itu.

Setelah makan dan bercuap-cuap di MCD, Akhirnya  sampai di rumah juga, jam 4 kurang. Jarak MCD dengan rumah saya memang dekat. Dan ternyata jalanan pun masih ramai. Moment Tahun Baru terasa banget pagi itu. Sepanjang jalan pulang dari HI ke rumah pun sangat ramai, meriah dan saya senang🙂

Ini beberapa foto yang mau saya share🙂

in front of the Carnaval Mba Anggi dan Ratu :D P1040553-1 Prabu Pantai Selatan P1040556-1 P1040557-1

P1040546-1

Thank you Mbak Anggi, Thank you Noe. Thank you, sudah menemani, sudah menyenangkan. Kapan-kapan kita ngebolang ya🙂

Salam jepret :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s