My Dad is Mick Jagger

13880306_10207956317079598_1381462702233642570_n

AKU SAYANG BAPAK

My Dad is Mick Jagger

He always do the things like Mick Jagger though
He always repairs all the things was broken if any (ex : heart #eh)
He can be a motorcycle mechanic, car mechanic, builder, digwell, electronic mechanic and whatever that i can’t ever to describe anyway.

Now, his hair changed to be white following the age automatically. If i touch his hand, sooo wringled and flabby skin indeed.

If he got angry with his children, no one could to answers throughly… hahaha.
Surely, he want to protect us because he always know already to do.

I love my dad so much, don’t ever stop to loving him eventhough i already have a husband

My dad already worked as from he grown up an adult
He is the first child in his family, so that he have to elbow grease to do

In the same time, He was fighting for his children in order that they will be still healthy, eating, sleeping, schooling with pleasurable

I remember, he used to accompanying me and my lil’ sister in everytime, when we were go to school from we are in the Kindergarten until we had already work today

He always stay to take accompanies and pick us up to goes everywhere

When his child going to somewhere and just arrive at home so late then, he was always sitting on terrace very worried.

Hmm, I do wish for you dad
Really. Never ever forget to pray for you

Honeymoon Backpacker 4 Hari 3 Malam di Jogja

Belum pernah ke Jogja?

Mungkin dari kalian semua, pasti ada yang sama seperti saya dulu, dari lahir sampai sudah remaja belum pernah mencoba traveling jauh.

Maka itu sehabis nikah kemarin, kami pun mencoba untuk honeymoon ke Jogja.

“Kok ke Jogja? Deket banget! Murah banget!”

“Emang”, jawab saya.

Toh saya ingin mengeksplore dan travelling kok, bukan sekedar honeymoon, pikir saya.

Karena, menurut saya Jogja itu Kota yang sangat eksotis. Selain sebagai Kota Wisata, Jogja juga merupakan Kota Gudeg, Kota Pelajar, Kota Budaya, Kota Seniman, Kota Bakpia, dan masih banyak lagi.

Pasti banyak yang bisa saya dapatkan disana. Seperti mempelajari budayanya yang sangat santun, mengenal seni serta menikmati view-view cantik yang sudah mendunia sambil ala backpacker.

Dimulai dari cari-cari tiket 1 bulan sebelum keberangkatan dan akhirnya kami pun start berangkat Senin malam.

 

Berikut ini itinerary 4 hari 3 malam di Jogja yang coba saya rangkum beserta dokumentasi pribadi yang bercerita.

Berangkat Senin malam (13 Oktober 2014) pulang Jumat siang (17 Oktober 2014).

 

Senin, 13 Oktober 2014

20.00 – 21.15 : Berangkat dari Rumah menuju Stasiun Klender Baru, transit di Stasiun Jatinegara dan lanjut naik Commuter Line (CL) menuju Stasiun Pasar Senen.

21.15 – 21.45 : Sampai di Stasiun Pasar Senen (masih menunggu gate dibuka)

21.45 – 22.20 : Sudah berada di Peron atas Stasiun Pasar Senen untuk menaiki KA Progo

22.30 – 06.50 : Sesuai dengan jadualnya, masinis langsung menekan air horn (klakson angin) dan terdengar lah suara khas klakson kereta api yang menandakan bahwa KA Progo Pasar Senen – Lempuyangan akan jalan meninggalan Stasiun Pasar Senen.

 

Selasa, 14 Oktober 2014

06.50 – 07.15 : Tiba di Stasiun Lempuyangan, kemudian menghubungi PIC Rental Motor

07.20 – 12.00 : Sarapan dan dilanjut berkeliling Jogja (Mampir ke Benteng Vrederburg)

12.00 – 15.00 : Check in di Penginapan Pugeran. Sesampainya di Penginapan, kami dengan sigap langsung bersih-bersih karena akan melanjutkan perjalanan ke Destination berikutnya.

15.00 – 18.00 : Menuju ke Candi Prambanan & Candi Ratu Boko

18.10 – 19.45 : Kembali ke Penginapan

19.45 – 21.50 : Jalan-jalan malam sekitaran Jogja & makan malam

22.00 : Kembali ke Penginapan & Istirahat

TIPS

  • Naik Commuter Line (CL) tiketnya hanya Rp. 2.000,-/orang dan uang jaminan Rp. 10.000,- namun saat tap out bisa ditukarkan kembali uang jaminannya tersebut.
  • Lebih enak untuk menikmati liburan di kota orang kita menyewa kendaraan seperi Motor. Murah loh!

Continue reading

Hidup itu harus seimbang. Seperti Yin dan Yang

Hidup itu harus seimbang. Seperti Yin dan Yang.

Pada dasarnya manusia tidak pernah merasa cukup, maunya selalu lebih, maunya selalu diberi, maunya minta tetapi sedikit memberi.

Terkadang mereka berbicara mewah, hidup mewah, membeli barang branded, makan di tempat yang “kekinian”, liburan kesana kesini. Tapi hasil hutang/pinjam/minta.

Ada. Orang yang bilang “enggak punya duit” tapi hidupnya bermewah mewah terus. beli ini beli itu liburan kesini kesitu. pas udah enggak punya duit baru deh kebingungan dan tetep bilang enggak punya duit. Mau ketawa sih. Kenapa enggak coba stop pemborosan sih?

Ingat loh!
Setiap orang punya kebutuhannya masing-masing. So, untuk memenuhi kebutuhannya ya harus berjuang. Nabung dulu baru deh beli ini beli itu tanpa harus membebani orang lain. Banyak-banyak lah melihat sekeliling, banyak-banyak lah memberi tapi sesuai dengan porsinya juga.

Karena sekali lagi setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Apalagi yang sudah berkeluarga. Ada yang harus bayar kontrakan/kost-an/bayar cicilan CC/bayar cicilan Rumah/bayar cicilian motor/mobil/bayar Arisan/Kebutuhan keluarga/Orang tua/Tabungan untuk berqurban/tabungan untuk beramal/Beli kebutuhan sehari-hari setiap bulannya.

Coba kalau pinjam duit sana sini. Terus lama-lama banyak dan belum bisa bayar ke orangnya. Apa enggak mendzolimi orang yang dihutangin? Selagi masih hidup, coba dilunasin hutangnya, dibanyakin ibadahnya, dibanyakin amalnya di masjid, di jalanan, di yayasan-yayasan/Rumah Yatim atau ke keluarga sendiri.

Pelan-pelan saja. Jadilah orang yang apa adanya, tetap sederhana dan selalu berjuang. Tidak usah selalu mengikuti hawa nafsu, mengikuti trend, harus punya ini, harus punya itu, harus beli ini harus beli itu, harus kesana harus kesini, atau apalah apalah itu…:)

Keep calm saja dalam setiap masalah. Berdoa lah, wong kita punya Allah segala tempat meminta dan memudahkan 🙂

‪#‎NoOffense‬
‪#‎HanyaBerceloteh‬
‪#‎SalingMengingatkan‬
‪#‎SayaJugaMasihBanyakKekurangan‬

2 kali keguguran, rasanya….

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi bloggers… Sedikit ingin bercerita, mungkin minggu-minggu ini merupakan minggu yang meneggangkan, akhir minggu yang tidak seperti biasanya. Minggu yang berakhir dengan kesakitan, tidak ada rasa mual, sensitif pada *maaf* payudara, perut yang begah, dan ngidam. Selama 9 bulan nikah, saya sudah merasakan 2 kali hamil dan 2 kali juga saya keguguran. Rasa bersalah, rasa sedih, rasa marah, rasa pasrah, rasa bingung, lelah, lebih sering bengong, menjadi lebih diam dan hanya berdoa untuk bayi-bayi saya yang kembali diambil oleh-Nya setiap hari saya lakukan. Aaahh, terkadang berfikir dunia ini tidak adil, saya yang ingin sekali punya anak tetapi susah. ada kasus yang MBA bisa melahirkan sampai normal, ada yang nikah langsung hamil dan melahirkan hingga sekarang anak mereka sudah besar. Tidak hanya saya, tetapi suami menangis dan kami sama-sama berucap seperti itu berdua di kostan. Rasa keguguran yang saya alami 2 kali seperti sudah terbiasa dan tetap membuat saya trauma. bagaimana tidak, rasanya sangat sakit, kontraksi dengan disertai pendarahan hebat, mau pingsan, pusing, kunang-kunang, nafas sudah susah. Ah, seperti susah untuk sadar dan saat itu berfikiran “saya kan mati, saya akan meyusul anak-anak.” Tetapi Allah berkehendak lain, disaat saya merasakaan itu, ada 1 penguat yaitu suami saya yang hebat yang selalu ada. Saya berjalan dari lorong kostan keluar menuruni anak tangga dalam keadaan kesadaran berkurang sangat drastis hingga akhirnya masuk UGD hari Rabu, 29 Juli 2015 jam 22.30 WIB. Muka pucat, mata mbeler, badan, tangan kaki dingin dan nafas susah. Aaaahh…rasanya seperti itu lah. Janin, ari-ari sudah keluar. Darah pun tidak berhenti. Sampai hari Kamis jam 4 sore, saya melakukan kuretase. Tegang. Memang! Seumur hidup baru kali ini masuk Rumah Sakit dan dirawat hingga harus masuk Ruang Operasi. Waktu dikuret tidak sakit sama sekali karena dibius total. Sakit terasa setelah dikuret. Nyeri diperut bagian bawah kanan kiri, nyeri punggung, kaki pegal. Rasanya sakit ini belum berakhir. Sampai harus inap di Rumah Sakit sampai hari Jumat pagi kemudian siap-siap check out, ambil obat dan kami pulang ke Rumah Ibu. Nanti setelah sehat, saya mau coba program hamil, mau coba tes lab, mau coba tes darah dan TORCH. Makan yang sehat dan bergizi, hidup dilingkungan yang sehat. Semoga Allah merahmati saya dan suami, dan bisa hamil kembali dengan mukjizat Allah SWT. Doakan ya semuanya🙂